Buletin Sekolah

Buletin Sekolah

Sekolah Ramah Anak sebagai Rumah Kedua untuk Anak Didiknya.

Anak didik bukanlah sebuah robot yang tidak memiliki hati nurani, bukan pula kanvas yang bisa sesuka hati diwarnai oleh pelukisnya, seandainya mereka kanvas, pun melukisnya harus dengan hati-hati jika tidak ingin mengotori di atas lukisan. Lebih dari itu, mereka adalah jati diri yang memiliki potensi unik satu sama lain, mereka akan melangkah dan melanjutkan kehidupan pada masanya kelak, dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi yang saat ini mereka asah di dunia pendidikan.

Sekolah sudah seharusnya berperan sebagai rumah kedua bagi mereka, tempat mendewasakan diri dengan berbagai fasilitas yang mendukung potensi kecakapan masa depan, memberikan ruang gerak yang lebih luas dan lebih efektif dalam membentuk kecakapan diri anak didik, sekolah berperan aktif dalam mempersiapkan diri mereka untuk menapaki kehidupan yang sebenarnya di masa depan, saat mereka sudah memasuki usia dewasa dan menemukan jati diri mereka dengan penuh kebahagiaan.

Benih yang berupa potensi itu akan tumbuh di sekolah, untuk kemudian dirawat dengan baik dan diberikan pupuk secukupnya agar berjalan baik tumbuh kembangnya. Inilah tugas warga sekolah terutama para pendidik untuk mengetahui bagaimana memunculkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual anak didik secara seimbang. Jawabannya adalah dengan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dengan tumbuh kembang mereka.

Dalam perkembangan anak didik, keluarga menjadi sekolah pertama bagi mereka. Pertumbuhan mereka akan berjalan baik bila dimulai dengan keluarga yang baik, dengan demikian sekolah tinggal melanjutkan dan membiasakan budi pekerti baik tersebut, untuk kemudian mengakar kuat menjadi karakter.

Pribadi-pribadi unggul akan siap dilahirkan menjadi pemimpin bangsa di masa depan jika tepat mendapatkan sekolah yang tepat. Sekolah Ramah Anak adalah jawaban dari berbagai masalah anak yang harus didukung dari keluarga dan masyarakat, kerjasama yang terintegrasi antara keluarga, sekolah dan masyarakat akan menciptakan kebudayaan yang selaras dengan norma agama dan norma sosial berkehidupan dan berkebangsaan.

Dewasa ini, pola kehidupan modern banyak memberikan warna yang luar biasa dalam kehidupan anak didik, mereka yang siap akan dapat mengikutinya dengan baik dan menjadikan pola kehidupan modern bernilai positif untuk masa depan mereka, sementara bagi mereka yang lemah akan membawa dampak negatif, mereka tertatih-tatih dengan pola kehidupan dengan informasi yang serba cepat, sehingga dimana-mana muncul dekadensi moral dari kalangan anak didik.

Arus globalisasi memang masuk dengan cepat ke ruang-ruang kamar anak didik, masuk di setiap sudut ruang sekolah dengan informasi-informasi yang belum melewati proses filterisasi, pergaulan dan lingkungan turut serta meramaikan gegap gempita modernisasi yang belum tentu baik bagi perkembangan anak didik. Di sinilah sekolah bersama keluarga dan masyarakat kembali memperkuat perannya sebagai agen penguatan pendidikan karakter.

Untuk tercapainya hal itu, SMA Triguna Jakarta bertekad bulat untuk mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak, sekolah yang menjadi rumah kedua bagi anak didiknya dan tempat mengasah serta melatih otot-otot kebaikan mereka. Dengan pola pencegahan yang berupa pembinaan, penanggulangan dan pemberian sanksi atau hukuman sesuai dengan standardisasi peraturan menteri No. 12 Tahun 2011 yang mendefinisikan sekolah ramah anak sebagai sekolah yang mampu menjamin pemenuhan hak anak dalam proses belajar mengajar, aman, nyaman, bebas dari kekerasan dan diskriminasi, serta menciptakan ruang bagi anak untuk belajar berinteraksi, berpartisipasi, menghargai keberagaman, toleransi dan perdamaian.

Guna mengaplikasikan Sekolah Ramah Anak yang benar-benar membumi di lingkungan SMA Triguna Jakarta, maka deklarasi Sekolah Ramah Anak telah dilakukan dan diiringi dengan berbagai kebijakan sekolah yang proaktif dengan program tersebut. Buku Kendali Prestasi tidak hanya berisi tindakan pencegahan, penanggulangan dan pemberian hukuman kepada anak didik, tetapi juga berisi penghargaan yang didapatkan anak didik jika melakukan tindakan terpuji dengan konsisten. Gerakan ramah lingkungan juga digalakkan dengan berbagai kegiatan yang mendukung pengurangan sampah plastik dan segala bentuk kegiatan yang disesuaiakan dan distandarkan dengan komitmen sekolah sebagai Sekolah Ramah Anak.

Jika pribadi anak didik sudah menjadi pribadi yang baik, maka dimanapun kelak ia akan tetap menjadi manusia yang berkarakter baik, Jika sebatang bunga teratai memilih berdamai dengan lingkungan yang kotor bukan berarti lemah dan mengalah menjadi sesuatu yang tidak baik, tidak enak dipandang mata serta tidak ada manfaatnya, melainkan ia (bunga teratai) beradaptasi dan memilih menjadi produktif sehingga ia mampu tampil cantik menawan dengan bunganya yang indah, memberikan manfaat sebagai obat herbal bagi penyakit tertentu, konsisten dalam keindahan dan memukau meski ia tumbuh di lingkungan yang tidak indah, kotor bahkan seringkali melahirkan bau yang tidak sedap. Itulah karakter kebaikan yang tidak akan kalah kecuali dengan kebaikan setelahnya.

 

 

PPDB ONLINE

PPDB 2021

Berita Terbaru

Belajar di Luar Kelas

Facebook

Instagram